Kerajaan Pajajaran

Di tanah Jawa bagian Barat dahulu ada sebuah Kerajaan yang bernama Pajajaran yang merupakan nama lain dari Kerajaan Sunda ketika kerajaan ini beribukota di Kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor). Kata Pakuan sendiri berasal dari kata Pakuwuan yang artinya adalah Kota. Pada masa lalu, di Asia Tenggara ada kebiasaan menyebut nama kerajaan dengan nama ibukotanya. Dari beberapa catatan, kerajaan ini didirikan pada tahun 923 oleh Sri Jayabhupati, seperti yang disebutkan dalam prasasti Sanghyang Tapak. Dari Catatan-catatan sejarah, baik itu dari prasasti, catatan bangsa asing ataupun naskah kuno, jejak kerajaan ini dapat ditelusuri eksistensinya., antara lain mengenai wilayah Kerajaan dan ibukota Pakuan Pajajaran. Mengenai raja-raja Kerajaan Sunda yang memerintah dari ibukota Pakuan Pajajaran, terdapat perbedaan urutan antara naskah-naskah babad Pajajaran, Carita Waruga Guru dan Carita Parahyangan.
Selain naskah-naskah babad, Kerajaan Pajajaran juga meninggalkan sejumlah jejak peninggalan dari masa lalu, seperti Prasasti Batu Tulis di Bogor, Prasasti Sanghyang Tapak di Sukabumi, Prasasti Kawali di Ciamis, Tugu Perjanjìan Portugis (Padrao) di Kampung Tugu Jakarta dan Taman perburuan yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor.

Daftar Raja -Raja Pajajaran:
Sri Baduga Maharaja (1482 - 1521), bertahta di Pakuan (sekarang Bogor).
Surawisesa (1521 - 1535), bertahta di Pakuan.
Ratu Dewata (1535 - 1543), bertahta di Pakuan.
Ratu Sakti (1543 - 1551), bertahta di Pakuan.
Ratu Nilakendra (1551 - 1567), meninggalkan Pakuan karena diserang oleh Hasanuddin dan anaknya , Maulana Yusuf.
Raga Mulya (1567 - 1579), dikenal sebagai Prabu Surya Kencana, memerintah dari Pandeglang.

Keruntuhan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran akhirnya runtuh pada tahun 1579 akibat serangan dari Kerajaan Sunda lainnya yakni Kesultanan Banten.
Berakhirnya zaman Pajajaran ditandai dengan diboyongnya Palangka Sriman Sriwacana (Singgasana Raja), dari Pakuan Pajajaran ke Keraton Surosowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf.
Batu berukuran 200x160x20 cm itu diboyong ke Banten karena tradisi politik agar di Pakuan Pajajaran tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru, dan menandakan Maulana Yusuf adalah penerus kekuasaan Sunda yang sah karena buyut perempuannya adalah puteri Sri Baduga Maharaja.
Palangka Sriman Sriwacana tersebut saat ini bisa ditemukan di depan bekas Keraton Surosowan di Banten. Masyarakat Banten menyebutnya Watu Gilang, yang berarti mengkilap atau berseri, sama artinya dengan kata Sriman.
Pada saat itu diperkirakan terdapat sejumlah punggawa istana yang meninggalkan istana lalu menetap di daerah Lebak. Mereka menerapkan tata cara kehidupan mandala yang ketat, dan sekarang mereka dikenal sebagai orang Baduy.

PT. Krakatau Steel

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berlokasi di Cilegon, Banten ini merupakan perusahaan baja terbesar di Indonesìa yang mulai berdiri pada tanggal 31 Agustus 1970. Produk-produk yang dihasilkannya adalah baja batang kawat, baja lembaran dingin dan baja lembaran panas. Pada umumnya hasil produk ini merupakan bahan baku untuk industri lanjutannya.

Proses Produksi baja di PT. Krakatau Steel dimulai pada Pabrik pembuatan besi yang menggunakan proses reduksi langsung bijih besi dengan gas alam. Kemudian hasil produksi yang berupa besi spons ini selanjutnya dilebur bersama dengan besi bekas atau scrap pada proses pembuatan baja yaitu pabrik baja slab dan pabrik baja billet. Dalam melakukan proses pembuatan baja tersebut teknologi dapur busur listrik lah yang digunakan. Selanjutnya dengan proses pengecoran kontinyu menjadi baja slab dan baja bìllet. Baja slab dicanai dalam kondisi panas pada pabrik baja lembaran canai panas menjadi baja lembaran panas berupa coil, strip, maupun pelat. Sebagian baja lembaran panas ini langsung dijual ke konsumen atau diproses lebih lanjut di fasilitas produksi lainnya yaitu pabrik baja lembaran canai dingin. Pabrik ini menghasilkan produk baja lembaran dingin berupa baja lembaran panas yang dipickling, maupun lembaran baja dingin dengan perlekukan anil atau temper. Produk baja yang dihasilkan bisa berupa coil maupun sheet. Baja Billet yang dihasilkan sebagian dijual ke konsumen namun pada umumnya diproses lebih lanjut di pabrik baja batang kawat menjadi batang kawat.

Seperti juga perusahaan besar lainnya, PT. Krakatau Steel pun memiliki beberapa anak perusahaan, berikut ini daftarnya:

1. PT. Krakatau Wajatama
2. PT. Krakatau Engineering
3. PT. KHI Pipe Industry
4. PT. Krakatau Bandar Samudra
5. PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon
6. PT. Krakatau Information Technology
7. PT. Krakatau Tirta Industri
8. PT. Krakatau Daya Listrik
9. PT. Meratus Jaya Iron & Steel
10. PT. Krakatau Medika..

Hotel Savoy Homann Bidakara Bandung

Salah satu hotel bersejarah di Kota Bandung adalah Hotel Savoy Homann, bahkan hotel ini menjadi hotel pertama di Kota Bandung. Hotel Savoy Homann ini awalnya dimiliki dan dijalankan oleh keluarga Homann yang berasal dari Jerman, dan setelah Indonesia meraih kemerdekaan hoteil ini diambil alih oleh grup hotel Bidakara, sehingga namanya pun di tambah menjadi Savoy Homann Bidakara. Hotel Savoy Homann pertama kali berdiri dibangun dari bambu, kemudian direkontruksi ke gaya neogothik romantik yang sedang populer pada saat itu. Pada tahun 1939, Albert Aalbers ditugaskan mendesain ulang ke gaya Streamline atau gelombang samudra bergaya art deco. Untuk menegaskan kebesarannya, kata 'Savoy' ditambahkan pada tahun 1940 dan tetap demikian hingga tahun 1980-an. Kemudian dilakukan modifikasi kecil-kecilan, seperti pintu masuk yang diperbesar, pembuatan toilet di jalan masuk, dan penambahan AC di depan. Hotel Savoy Homann ini memiliki pekarangan dalam yang jauh dari jalan raya, sehingga para tamu pun dapat menikmati sarapan di udara terbuka.

Konon kabarnya bintang film komedi terkenal Charlie Chaplin pernah menginap di hotel ini. Bahkan pada tahun 1955, hotel ini menjadi tempat menginap para pemimpin Asia dan Afrika saat Konferensi Asia-Afrika (KAA) diselenggarakan di Kota Bandung dimana tokoh-tokoh terkenal seperti Soekarno, Ho Chi Minh dan Tito menginap di sini.. Selama penjajahan Jepang pada tahun 1942-1945 hotel ini dijadikan barak mewah oleh prajurit Jepang.

Hotel Savoy Homann masuk dalam kategori Hotel berbintang empat dengan jumlah kamar sebanyak 185, terletak di Jl. Asia-Afrika No. 112, 40261 Bandung atau berada dikawasan Cikawao, Lengkong, Bandung, Jawa Barat. ,

PT Indosat

PT. Indosat berdiri pada tahun 1967 sebagai Perusahaan Modal Asing atau PMA, kemudian memulai operasinya pada tahun 1969. Di tahun 1980 Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Sampai sekarang Indosat menyediakan layanan seluler telekomunikasi internasional dan layanan satelit Palapa Indonesia (Satelindo) yang didirikan pada tahun 1993 di bawah pengawasan PT. Indosat.
Satelindo beroperasi pada tahun 1994 sebagai operator GSM. Pendirian Satelindo sebagai anak perusahaan Indosat menjadikannya sebagai operator GSM pertama di Indonesia yang mengeluarkan kartu prabayar Mentari dan pasca bayar Matrix. Pada tanggal 19 Oktober 1994 Indosat mulai masuk ke Bursa Efek di Indonesia dan New York Exchange di Amerika Serikat untuk memperdagangkan sahamnya.
Indosat adalah Perusahaan pertama yang menerapkan obligasi dengan konsep syariah pada tahun 2002, pengimplementasikan obligasi Syariah itu mendapat peringkat AA+. Nilai emisi pada tahun 2002 sebesar Rp. 175.000.000.000,00 dalam tenor lima tahun. Kemudian pada tahun 2005 nilai emisi obligasi syariah Indosat IV sebesar 285.000.000.000,00.
Setelah tahun 2002 penerapan obligasi syariah tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Memasuki abad ke 21, pemerintah Indonesia melakukan deregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, Telekomunikasi Indonesia tidak lagi dimonopoli oleh Telkom.
Kemudian pada tahun 2001 Indosat mendirikan PT. Indosat Multi Media Mobile (IM3) yang kemudian menjadi pelopor GPRS dan multimedia di Indonesia. pada tahun yang sama Indosat memegang kendalì penuh PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo).
Pada akhir tahun 2002 Pemerintah Indonesia menjual 41,94 persen saham Indosat ke Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd.
Hal ini membuat Indosat kembali menjadi Perusahaan Modal Asing )PMA).

Pada bulan November tahun 2003, Indosat melakukan penggabungan usaha tiga anak perusahaannya (akuisisi) PT. Satelindo, PT. IM3, dan Bimagraha, sehingga menjadi salah satu operator Selular utama di Indonesia. Pada tanggal 1 Maret 2007 STT menjual kepemilikan saham Indosat sebesar 25 persen di Asia Holdings Pte. Ltd. Ke Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) secara tidak langsung melalui Indonesia Communiåtions Pte Ltd (ICLS) sebesar 40,81 persen, sementara Pemerintah Republik Indonesia dan Publik memiliki masing-masing 14,29 persen dan 44,90 persen. Di tahun 2009 Qtel memiliki 65 persen saham Indosat melalui tender offer (memiliki tambahan 24,19 persen saham seri B dari publik.).

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk

Pertamakali berdiri dengan nama PT. Panganjaya Intikusuma yang didasarkan pada Akta No. 249 tanggal 15-11-1990 dan diubah kembali dengan Akta No.171 tanggal 20-6-1991, semuanya dibuat dihadapan Benny Kristanto, SH, Notaris di Jakarta dan sudah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan NO. C2-2915 HT.01.01Th.91 tanggal 12-7-1991, serta telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dibawah No.579,580 dan 581 tanggal 5-8-1991, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.12 tanggal 11-2-1992. Tambahan No.611 Perseroan mengubah namanya yang semula PT. Panganjaya Intikusuma menjadi PT. Indofood Sukses Makmur, berdasarkan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham yang dituangkan dalam akta Risalah Rapat No.51 tanggal 5-2-1994 yang dibuat oleh Benny Kristianto, SH, Notaris di Jakarta.
Perseroan adalah Produsen mie instan yang meliputi pembuatan mi dan pembuatan bumbu mi instan serta pengolahan gandum menjadi tepung.
Fasilitas produksi untuk produk mi instan terdiri dari 14 pabrik yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, sedangkan untuk bumbu mi instan terdiri dari 3 pabrik di Pulau Jawa dan untuk pengolahan gandum terdiri dari 2 pabrik di Jakarta dan Surabaya yang dìdukung oleh 1 pabrik kemasan karung tepung di Citereup.

Produk dan Layanan:
Indomie, Sarimi, Supermi, Kecap Indofood, Promina, SUN, dan bumbu kaldu Indofood.

Alamat: Gedung Ariobomo Sentral Lantai 12 Jl. H.R. Rasuna Said X-2 Kav.5 Jakarta 12950.

Telepon: (021) 522 8822
Faksimili: (021) 522 6014.


Sumber: http://profil.faktualita.com

Kerajaan-Kerajaan Di Indonesia III

Setelah kita menyimak beberapa kerajaan dalam edisi Kerajaan-kerajaan di Indonesia I dan II, selanjutnya kita akan menyimak beberapa kerajaan lainnya di edisi kerajaan-kerajaan di Indonesia ke III, dan berikut ini sekilas uraiannya:

A. KERAJAAN SAMUDRA PASAI
Samudra Pasai adalah sebuah kerajaan Islam Nusantara yang pertama, terletak di Aceh Utara (sekarang daerah di sekitar Lhoksemawe) yang berdiri pada abad ke 13. Raja-rajanya adalah:
1. Sultan Malik al Saleh, tahun 635 Hijriah atau 1297 Masehi.
2. Sultan Muhammad yang bergelar Sultan Malik al Tahir.

B. KERAJAAN DEMAK
1. Masa Raden Patah (sekitar tahun 1500-1518).
Pada awal tahun 1500 seorang Bupati Demak yang memeluk agama Islam, yaitu Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, dibantu para ulama, Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak. Selanjutnya Demak berkembang menjadi pusat pengembangan agama Islam. Tahun 1511 hubungan Demak dengan Malaka terputus karena Malaka dikuasai oleh Portugis. Tahun 1513 armada Demak di bawah pimpinan Pati Unus menyerang Malaka namun gagal.
2. Masa Pati Unus (1518-1521)
Pati Unus terkenal dengan sebutan Pangeran Sabrang Lor, ia hanya tiga tahun menjadi seorang Raja.
3. Masa Sultan Trenggono (1521-1546)
Sultan Trenggono adalah menantu Pati Unus, pada tahun 1522 mempercayai seorang Ulama dari Pasai (Faletehan) untuk memìmpin armada Demak merebut Banten, Sunda Kelapa dan Cirebon dari Pajajaran.
Tahun 1546 Sultan Trenggono gugur dalam usahanya menaklukkan Pasuruan. Setelah itu timbul perebutan kekuasaan antara Sunan Prawata (putra Sulung Sultan Trenggono) dengan Pangeran Sekar (adik Sultan Trenggono). Sunan Prawata naik tahta setelah membunuh Pangeran Sekar, tak lama kemudian Sunan Prawata dibunuh oleh Arya Penangsang anak Pangeran Sekar.

C. KERAJAAN PAJANG
Jaka tingkir (menantu Sultan Trenggono) berhasil membinasakan Arya Penangsang atas bantuan Kyai Ageng Pemanahan, Jaka Tingkir naik tahta bergelar Adiwijaya dan memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang.
Kerajaan Pajang tidak lama berdiri, setelah Sultan Adiwijaya wafat terjadi perebutan kekuasaan. Arya Pangirì (anak Sunan Prawata) mencoba merebut, dìgagalkan oleh Pangeran Benawa (anak Sultan Adiwijaya) dibantu Sutawijaya (anak Kyai Ageng Pemanahan). Pangeran Benawa merasa tidak sanggup menggantikan ayahandanya, maka menyerahkan kekuasaan kepada Sutawijaya yang kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke Mataram.

D. KERAJAAN MATARAM ISLAM
Sutawìjaya lebih dikenal dengan nama Panembahan Senopati, yang kemudian wafat pada tahun pada tahun 1601.

E. KERAJAAN BANTEN
Setelah Faletehan merebut Banten, Sunda Kelapa dan Cirebon, maka dialah yang menguasainya. Karena di Demak timbul perebutan kekuasaan maka pada tahun 1522 Faletehan menyerahkan Banten kepada putranya Hasanuddin sebagai raja Banten yang pertama dan Faletehan memusatkan perhatiannya pada agama Islam di Gunung Jati, Cirebon.
Raja-raja Banten lainnya adalah Pangeran Yusuf (1570), kemudian Maulana Muhammad (baru 9 tahun), pada tahun 1596 gugur dalam usahanya menyerang Palembang. Dan berikutnya adalah Abdulmufakir (baru usia 5 tahun), pemerintahan dikendalikan oleh Mangkubumì Jayanegara.

F. KERAJAAN ACEH
Pada awal abad ke 16 masih merupakan kerajaan kecil, di bawah kekuasaan kerajaan Pedir.
Raja-rajanya adalah:
1. Sultan Ibrahim, Aceh melepaskan diri dari kerajaan Pedir. Aceh semakin maju karena Malaka dikuasai Portugis. Sehingga pedagang Islam dari Arab dan Gujarat mengalihkan perdaganganya ke Aceh.
2. Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Pada pemerintahannya Aceh mencapai puncak kejayaanya.

G. KERAJAAN TERNATE
Berdiri sekitar abad ke 13. Pada abad ke 14 ternate menjadi kerajaan Islam. Masa pemerintahan Sultan Baabullah Ternate mencapai puncak kejayaan. Tahun 1575 Sultan Baabullah mengusir Portugis dari Maluku. Baabullah bergelar yang dipertuan di 72 pulau, meluaskan wilayahnya sampai ke Filipina.

H. KERAJAAN TIDORE
Merupakan kerajaan Islam di Maluku, sempat diadu domba oleh Portugis dan Spanyol untuk berselisih dengan Ternate, tetapi berbalik kembali bahkan bersama Ternate mengusir Portugis dari Maluku. Rajanya yang terkenal adalah Sultan Nuku, yang gigih berjuang mengusir Belanda. Wilayahnya meliputi Halmahera, Seram, Kai, sampai Papua.

I. KERAJAAN MAKASSAR
Pada abad ke 16 di Sulawesi Selatan terdapat dua kerajaan, yaitu Goa dan Tallo. Kedua kerajaan itu bersatu dengan nama Goa-Tallo atau Makassar dengan ibukota Sombaopu, sebagai Kerajaan Islam pertama di Sulawesi.
Raja-rajanya adalah Raja Goa Daeng Manriba dengan gelar Sultan Alaudin. Dan Mangkubuninya adalah raja Tallo Karaeng Matoaya bergelar Sultan Abdullah. Puncak kejayaanya saat diperintah oleh Sultan Hasanuddin.
J. KERAJAAN BANJAR
Dengan bantuan kerajaan Demak, pada abad ke 16 Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan menaklukkan Daha, sebuah kerajaan di pedalaman Kalimantan. Banjar adalah Kerajaan Islam, rajanya Raden Samudra yang telah masuk Islam berganti nama Sultan Suryanullah.

Kerajaan-Kerajaan Di Indonesia II Edisi Singasari Dan Majapahit

A. KERAJAAN SINGASARI
Riwayat dan pemerintahan Ken Arok serta raja-raja Singasari terdapat dalam buku Pararaton dan Negarakertagama.
Raja-raja yang memerintahnya adalah:
1. Ken Arok
Ia menjadi raja Singasari setelah membunuh Tumapel Tunggul Ametung dan menaklukkan Kerajaan Kediri pada tahun 1222 di Ganter. ken Arok adalah pendiri dan raja pertama di Singasari yang bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi, kemudian keturunannya terkenal dengan sebutan Wangsa Rajasa.
2. Anusapati (anak dari Tunggul Ametung- Ken Dedes)
Anusapati menjadi raja setelah membunuh Ken Arok yang merupakan ayah tirinya dengan menyuruh seorang pengalasan atau budak.
3. Tohjaya (anak dari Ken Arok- Ken Umang)
Tohjaya menjadi raja setelah membunuh Anusapati. Pada tahun 1248 timbul pemberontakan yang dilancarkan oleh Ranggawuni anaknya Anusapati dan Mahisa Campaka anaknya Mahisa Wongateleng atau cucu dari Ken Arok dan Ken Dedes.
4. Ranggawuni
Ia bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana memerintah Singasari bersama dengan Mahisa Campaka sebagai Ratu Anggabaya, yaitu pejabat tinggi yang bertugas menanggulangi bahaya yang mengancam kerajaan, gelarnya adalah Narasinghamurti.
5. Kertanegara
Ia bergelar Srimaharajadhiraja Sri Kartanegara (1269-1292), merupakan raja Singasari yang terbesar. Pada tahun 1275 ia mengirim ekspidisi Pamalayu. Daerah-daerah yang ditaklukkannya antara lain Bali, Pahang, Sunda, Bakulapura (Kalimantan Barat Daya) dan Gurun (Maluku) serta mengadakan hubungan persahabatan dengan Jaya Singawarman, Raja Campa. Namun pada tahun 1292 Kertanegara ditaklukkan oleh Jaya Katwang dari Kerajaan Kediri.

B. KERAJAAN MAJAPAHIT
a. Kertarajasa Jayawardhana (1292-1309)
Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya anak dari Lembu Tal atau cucu Mahisa Campaka. Pada tahun 1292 setelah memperdayai bala tentara Kubilai Khan dari Cina yang bermaksud menghukum Raja Jawa yang telah menghina utusannya yaitu Meng ki pada masa pemerintahan Kertanegara di Singasari.
Karena Kertanegara telah dihancurkan oleh Jaya Katwang dari Kediri, maka bala tentara Kubilai Khan menghancurkan Kediri, yang selanjutnya atas siasat Raden Wijaya yang dibantu oleh Arya Wiraraja, bala tentara Cina dapat dihancurkan oleh Raden Wijaya. Akhirnya Raden Wijaya menjadi Raja Majapahit pertama dengan gelar Kertarejasa Jayawardhana.
Raden Wijaya memperistri 4 orang putri Kertanegara yaitu:
1. Tribuana, sebagai permaisuri.
2. Gayatri, yang kemudian menurunkan raja-raja Majapahit.
3. Narendraduhita.
4. Prajnaparamita
Pada tahun 1309 Raja Kertarajasa wafat, meninggalkan tiga orang putera yaitu:
1. Jayanegara, dari Permaisuri.
2. Sri Gitarya, dari Gayatri yang kemudian menjadi Bhre Kahuripan.
3. Dyah Wiyat, dari Gayatri yang kemudian menjadi Dhre Daha.

b. Sri Jayanegara 1309- 1329
Jayanegara menggantikan ayahandanya dengan gelar Sri Jaya-negara. Pada masa pemerintahannya timbul pemberontakan yaitu, pemberontakan Ranggalawe dari Tuban, pemberontakan Sora pada tahun 1311, pemberontakan Nambi pada tahun 1316 dan pemberontakan Kuti pada tahun 1319.
Ibukota Majapahit berhasil diduduki dan raja Jayanegara mengungsi ke Desa Bedander dikawal oleh 15 orang pengawal setia (pasukan Bhayangkari) di bawah pimpinan Gajah Mada. Atas usaha Gajah Mada ibukota dapat direbut lagi dan Jayanegara kembali bertakhta. Atas jasanya Gajah Mada diangkat menjadi Patih Kahuripan dan kemudian Kediri.
Dalam pemerintahannya Raja Jayanegara menggunakan Lambang Minadwaya (dua ekor ikan).

c. Tribhuwana Tunggadewi 1328-1350
Pada saat wafatnya, Jayanegara tidak meninggalkan putra, maka Gayatri atau Rajapatni berhak menjadi raja. Karena Gayatri telah menjadi bhiksuni (pendeta agama Buddha), maka diwakilkan kepada Sri Gitarya, Bhre Kahuripan yang bergelar Tribuana Tunggadewi Jayawisnuwardhana.
Pada saat pemerintahan Tribuwana ini timbul pemberontakan Sadeng, yang dapat dipadamkan oleh Gajah Mada, karena Jasanya itu pada tahun 1331 Gajah Mada pun diangkat menjadi perdana menteri yang pada saat pelantikannya mengucapkan Sumpah Palapa.
Pada tahun 1350 Gayatri atau Rajapatni wafat, Tribuwana yang mewakilinya menyerahkan kekuasaanya pada anaknya yang bernama Hayam Wuruk.

d. Rajasanegara 1350-1389.
Hayam Wuruk naik tahta pada usia 16 tahun, bergelar Rajasa-negara, merupakan Raja terbesar dalam sejarah Majapahit dengan Gajah Mada sebagai Mahapatìh. Kekuasaannya meliputi seluruh Kepulauan Nusantara, bahkan masih ditambah dengan Tumasik (Singapura) dan Semenanjung Melayu.
Karya sastra pada jaman pemerintahan Hayam Wuruk adalah Negarakertagama karya Mpu Prapanca dan Sutasoma atau Parusadashanta serta Arjunawijaya karya Mpu Tantular.
Pada tahun 1364 Gajah Mada wafat, kedudukanya diganti oleh 4 orang menteri. Dan pada tahun 1389 Hayam Wuruk pun wafat.

e. Wikramawardhana 1389-1429.
Hayam Wuruk dengan permaisurinya hanya mempunyai seorang putri yaitu Kusumawardhani, yang selanjutnya memerintah bersama suaminya Wikramawardhana. Banyak gejolak di era ini, dari perang saudara, daerah2 yg lepas, dan berakhir dengan raja terakhirnya Kertabumi.