Drum

Kita tentunya  mengenal drum, sejenis alat musik pukul yang saat ini menjadi elemen penting dalam terciptanya harmony pada sebuah lagu. Ketukan-ketukan pada drum bisa membuat kepala pendengarnya manggut-manggut, namun alangkah baiknya selain menikmati ketukan-ketukanmya kita juga mengenal sejarah dan seluk beluk alat musik ini.
Ada dugaan bahwa drum tertua berada di
masa neolitikum, hal ini berpatokan dari
ekskavasi diberbagai wilayah di dunia.
Misalnya yang berada di Moravia diduga dari
tahun 6000 SM, bentuknya sederhana berupa
sepotong batang kayu berongga yang
ujungnya ditutup kulit reptil atau ikan. Alat itu
dibunyikan dengan cara ditepuk. Kemudian
muncul lah drum kayu dengan kulit binatang
pada masa peradaban berikutnya. Stik pukul
pun mulai dipakai, ini ditunjukan oleh artefak
dari Mesir kuno (4000 SM).
Pada tahun 600-an Persia mengenal
genderang pendek dari tanah liat, lalu
genderang itu mulai dibuat dari logam,
terkadang kayu. Genderang itu menyebar ke
Eropa, Afrika, dan Asia. Namanya pun menjadi
kettle drum atau timpani karena terbuat dari
tembaga dan berbentuk ketel sup.
Pada tahun 1500 bangsa Eropa membawa
drum ke Amerika, kemudian tahun 1800-an
pasukan militer diberbagai negara mulai
mempelajari dan menggunakan drum dalam
pasukan, bahkan ada terobosan baru berupa
parade musik pasukan drum band tahun 1813
di Rusia. Inilah salah satu tonggak
kemunculan drum band. Baru pada tahun
1935 para pecinta musik di Amerika Serikat
mampu memperkaya musik drum dengan
membuat seperangkat drum yang terdiri atas
genderang bas, genderang senar, genderang
tenor, dan simbal. Pada tahun 1970-an
muncul drum listrik yang kualitas bunyinya
tak beda dengan gendang, timpani, atau drum
akustik.