John Perkins

John Perkins adalah orang Amerika yang berjuluk ''Preman Ekonomi" karena sepak terjangnya dalam menjalankan misi negaranya melalui jalur ekonomi. Setelah melalui perekrutan dan pelatihan, John Perkins dipekerjakan secara terselubung di perusahaan swasta Amerika Serikat seperti Monsanto, General Electric, General Motors, Nike dan
Wall-Mart di bawah badan
koordinasi Badan Keamanan
Nasional (NSA).
Tugas pertama yang dilakukan
Perkins adalah membuat laporan
fiktif kondisi negara berkembang
agar lembaga-lembaga bantuan
seperti IMF, USAID dan Bank Dunia mau mengeluarkan utang,
kelak utang itu akan berupa utang untuk proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh perusahaan besar di AS, seperti Bechtel dan
Haliburton.
Tugas kedua, Perkins harus
membangkrutkan negeri penerima utang, caranya dengan terus memberikan hutang dalam jumlah besar, sehingga negara tersebut terjebak dalam perangkap utang dan tersandera yang kemudian dimanfaatkan secara politik dan ekonomi oleh AS.
Hal itu dijalankan pula oleh
perkins di Indonesia setelah
berkeliling di negeri ini selama tiga bulan pada tahun 1971 atas
pesanan presiden Richard Nixon
agar Indonesia diperas sampai
kering dan jangan sampai jatuh ke tangan Uni Sovyet, hasilnya AS menyedot Minyak, mengeruk emas dan eksploitasi aset lain untuk kepentingan mereka, sementara Indonesia megap-megap harus membayar utang.
Atas kelakuanya ini John Perkins
ditasbihkan sebagai preman
ekonomi pada tahun 1971-1981.
Dan pada tahun 2004 John Perkins melakukan sesuatu yang  mengejutkan dengan menulis buku yang berjudul "Confessions of an Economic Hit Man" yang berisi tentang pengakuan dosanya.