Wednesday, 29 May 2013

Kerajaan Pajajaran

Di tanah Jawa bagian Barat dahulu ada sebuah Kerajaan yang bernama Pajajaran yang merupakan nama lain dari Kerajaan Sunda ketika kerajaan ini beribukota di Kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor). Kata Pakuan sendiri berasal dari kata Pakuwuan yang artinya adalah Kota. Pada masa lalu, di Asia Tenggara ada kebiasaan menyebut nama kerajaan dengan nama ibukotanya. Dari beberapa catatan, kerajaan ini didirikan pada tahun 923 oleh Sri Jayabhupati, seperti yang disebutkan dalam prasasti Sanghyang Tapak. Dari Catatan-catatan sejarah, baik itu dari prasasti, catatan bangsa asing ataupun naskah kuno, jejak kerajaan ini dapat ditelusuri eksistensinya., antara lain mengenai wilayah Kerajaan dan ibukota Pakuan Pajajaran. Mengenai raja-raja Kerajaan Sunda yang memerintah dari ibukota Pakuan Pajajaran, terdapat perbedaan urutan antara naskah-naskah babad Pajajaran, Carita Waruga Guru dan Carita Parahyangan.
Selain naskah-naskah babad, Kerajaan Pajajaran juga meninggalkan sejumlah jejak peninggalan dari masa lalu, seperti Prasasti Batu Tulis di Bogor, Prasasti Sanghyang Tapak di Sukabumi, Prasasti Kawali di Ciamis, Tugu Perjanjìan Portugis (Padrao) di Kampung Tugu Jakarta dan Taman perburuan yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor.

Daftar Raja -Raja Pajajaran:
Sri Baduga Maharaja (1482 - 1521), bertahta di Pakuan (sekarang Bogor).
Surawisesa (1521 - 1535), bertahta di Pakuan.
Ratu Dewata (1535 - 1543), bertahta di Pakuan.
Ratu Sakti (1543 - 1551), bertahta di Pakuan.
Ratu Nilakendra (1551 - 1567), meninggalkan Pakuan karena diserang oleh Hasanuddin dan anaknya , Maulana Yusuf.
Raga Mulya (1567 - 1579), dikenal sebagai Prabu Surya Kencana, memerintah dari Pandeglang.

Keruntuhan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran akhirnya runtuh pada tahun 1579 akibat serangan dari Kerajaan Sunda lainnya yakni Kesultanan Banten.
Berakhirnya zaman Pajajaran ditandai dengan diboyongnya Palangka Sriman Sriwacana (Singgasana Raja), dari Pakuan Pajajaran ke Keraton Surosowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf.
Batu berukuran 200x160x20 cm itu diboyong ke Banten karena tradisi politik agar di Pakuan Pajajaran tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru, dan menandakan Maulana Yusuf adalah penerus kekuasaan Sunda yang sah karena buyut perempuannya adalah puteri Sri Baduga Maharaja.
Palangka Sriman Sriwacana tersebut saat ini bisa ditemukan di depan bekas Keraton Surosowan di Banten. Masyarakat Banten menyebutnya Watu Gilang, yang berarti mengkilap atau berseri, sama artinya dengan kata Sriman.
Pada saat itu diperkirakan terdapat sejumlah punggawa istana yang meninggalkan istana lalu menetap di daerah Lebak. Mereka menerapkan tata cara kehidupan mandala yang ketat, dan sekarang mereka dikenal sebagai orang Baduy.

Monday, 27 May 2013

PT. Krakatau Steel

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berlokasi di Cilegon, Banten ini merupakan perusahaan baja terbesar di Indonesìa yang mulai berdiri pada tanggal 31 Agustus 1970. Produk-produk yang dihasilkannya adalah baja batang kawat, baja lembaran dingin dan baja lembaran panas. Pada umumnya hasil produk ini merupakan bahan baku untuk industri lanjutannya.

Proses Produksi baja di PT. Krakatau Steel dimulai pada Pabrik pembuatan besi yang menggunakan proses reduksi langsung bijih besi dengan gas alam. Kemudian hasil produksi yang berupa besi spons ini selanjutnya dilebur bersama dengan besi bekas atau scrap pada proses pembuatan baja yaitu pabrik baja slab dan pabrik baja billet. Dalam melakukan proses pembuatan baja tersebut teknologi dapur busur listrik lah yang digunakan. Selanjutnya dengan proses pengecoran kontinyu menjadi baja slab dan baja bìllet. Baja slab dicanai dalam kondisi panas pada pabrik baja lembaran canai panas menjadi baja lembaran panas berupa coil, strip, maupun pelat. Sebagian baja lembaran panas ini langsung dijual ke konsumen atau diproses lebih lanjut di fasilitas produksi lainnya yaitu pabrik baja lembaran canai dingin. Pabrik ini menghasilkan produk baja lembaran dingin berupa baja lembaran panas yang dipickling, maupun lembaran baja dingin dengan perlekukan anil atau temper. Produk baja yang dihasilkan bisa berupa coil maupun sheet. Baja Billet yang dihasilkan sebagian dijual ke konsumen namun pada umumnya diproses lebih lanjut di pabrik baja batang kawat menjadi batang kawat.

Seperti juga perusahaan besar lainnya, PT. Krakatau Steel pun memiliki beberapa anak perusahaan, berikut ini daftarnya:

1. PT. Krakatau Wajatama
2. PT. Krakatau Engineering
3. PT. KHI Pipe Industry
4. PT. Krakatau Bandar Samudra
5. PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon
6. PT. Krakatau Information Technology
7. PT. Krakatau Tirta Industri
8. PT. Krakatau Daya Listrik
9. PT. Meratus Jaya Iron & Steel
10. PT. Krakatau Medika..