Showing posts with label Kerajaan. Show all posts
Showing posts with label Kerajaan. Show all posts

Monday, 24 June 2013

Kerajaan-Kerajaan Islam Di Indonesia

Indonesia dahulunya mempunyai sejarah panjang mengenai keberadaan kerajaan-kerajaannya, termasuk kerajaan- kerajaan Islam.
Terbentuknya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia dahulu, diperkirakan karena pengaruh para pedagang yang beragama Islam yang berasal dari Arab, Persia, India, dan Tiongkok yang singgah di kawasan Nusantara dalam rangka perdagangan laut. Ternyata kedatangan mereka membawa perubahan dan perkembangan pada masyarakat, budaya hingga ke Pemerintahan.
.
Berikut ini daftar Kerajaan- Kerajaan Islam yang pernah ada di Indonesia :

KERAJAAN ISLAM DI SUMATERA

1. Kerajaan Jeumpa
2. Kesultanan Peureulak
3. kesultanan Samudera Pasai : 1267 - 1521
4. Kesultanan Lamuri
5. Kesultanan Aceh : 1496 - 1903
6. Kesultanan Tembayung, Bintan.
7. Kesultanan Siak : 1723 - 1945.

KERAJAAN ISLAM DI JAWA

1. Kesultanan Cirebon : 1445 - 1677
2. Kesultanan Demak : 1500 - 1550
3. Kesultan Banten : 1524 - 1813
4. Kesultanan Pajang : 1568 - 1618
5. Kesultanan Mataram : 1586 - 1755.

KERAJAAN ISLAM Di Maluku

1. Kesultanan Ternate : 1257 - ....
2. Kesultanan Tidore : 1110 - 1947
3. Kesultanan Jailolo
4. Kesultanan Bacan
5. Kerajaan Loloda
6. Kerajaan Tanah Hitu 1470 - 1682.
7. Kerajaan Iha
8. Kerajaan Honimoa/Siri Sori
9. Kerajaan Huamual.

KERAJAAN ISLAM Dì SULAWESI

1. Kesultanan Gowa : diperkirakan awal abad ke 16 - 1667
2. Kesultanan Buton : 1332 - 1911
3. Kesultanan Bone : abad ke 17
4. Kerajaan Banggai : abad ke 16.

KERAJAAN ISLAM DI KALìMANTAN

1. Kesultanan Pasir : 1516
2. Kesultanan Banjar : 1526 - 1905
3. Kesultan kotawaringin
4. Kerajaan Pagatan : 1750
5. Kesultanan Sambas : 1671
6. Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura
7. Kesultanan Berau : 1400
8. Kesultanan Sambaliung : 1810
9. Kesultanan Gunung Tabur : 1820
10. Kesultanan Pontianak : 1771
11. Kerajaan Tidung
12. Kesultanan Bulungan : 731.

KERAJAAN ISLAM DI PAPUA

1. Kerajaan Waìgeo
2. Kerajaan Misool/Lilinta (marga Dekamboe)
3. Kerajaan Salawati (marga Arfan)
4. Kerajaan Sailolof/Waigama (marga Tafalas)
5. Kerajaan Fatagar (marga Uswanas)
6. Kerajaan Rumbati (marga Bauw)
7. Kerajaan Atiati (marga Kerewaindzai)
8. Kerajaan Sekar (marga Rumgesan)
9. Kerajaan Patipi
10. Kerajaan Arguni
11. Kerajaan Wertuar (marga Heremba)
12. Kerajaan Kowlai/Kerajaan Namatota
13. Kerajaan Aiduma
14. Kerajaan Kaimana.

Source : Wikipedia Indonesia

Wednesday, 29 May 2013

Kerajaan Pajajaran

Di tanah Jawa bagian Barat dahulu ada sebuah Kerajaan yang bernama Pajajaran yang merupakan nama lain dari Kerajaan Sunda ketika kerajaan ini beribukota di Kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor). Kata Pakuan sendiri berasal dari kata Pakuwuan yang artinya adalah Kota. Pada masa lalu, di Asia Tenggara ada kebiasaan menyebut nama kerajaan dengan nama ibukotanya. Dari beberapa catatan, kerajaan ini didirikan pada tahun 923 oleh Sri Jayabhupati, seperti yang disebutkan dalam prasasti Sanghyang Tapak. Dari Catatan-catatan sejarah, baik itu dari prasasti, catatan bangsa asing ataupun naskah kuno, jejak kerajaan ini dapat ditelusuri eksistensinya., antara lain mengenai wilayah Kerajaan dan ibukota Pakuan Pajajaran. Mengenai raja-raja Kerajaan Sunda yang memerintah dari ibukota Pakuan Pajajaran, terdapat perbedaan urutan antara naskah-naskah babad Pajajaran, Carita Waruga Guru dan Carita Parahyangan.
Selain naskah-naskah babad, Kerajaan Pajajaran juga meninggalkan sejumlah jejak peninggalan dari masa lalu, seperti Prasasti Batu Tulis di Bogor, Prasasti Sanghyang Tapak di Sukabumi, Prasasti Kawali di Ciamis, Tugu Perjanjìan Portugis (Padrao) di Kampung Tugu Jakarta dan Taman perburuan yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor.

Daftar Raja -Raja Pajajaran:
Sri Baduga Maharaja (1482 - 1521), bertahta di Pakuan (sekarang Bogor).
Surawisesa (1521 - 1535), bertahta di Pakuan.
Ratu Dewata (1535 - 1543), bertahta di Pakuan.
Ratu Sakti (1543 - 1551), bertahta di Pakuan.
Ratu Nilakendra (1551 - 1567), meninggalkan Pakuan karena diserang oleh Hasanuddin dan anaknya , Maulana Yusuf.
Raga Mulya (1567 - 1579), dikenal sebagai Prabu Surya Kencana, memerintah dari Pandeglang.

Keruntuhan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran akhirnya runtuh pada tahun 1579 akibat serangan dari Kerajaan Sunda lainnya yakni Kesultanan Banten.
Berakhirnya zaman Pajajaran ditandai dengan diboyongnya Palangka Sriman Sriwacana (Singgasana Raja), dari Pakuan Pajajaran ke Keraton Surosowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf.
Batu berukuran 200x160x20 cm itu diboyong ke Banten karena tradisi politik agar di Pakuan Pajajaran tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru, dan menandakan Maulana Yusuf adalah penerus kekuasaan Sunda yang sah karena buyut perempuannya adalah puteri Sri Baduga Maharaja.
Palangka Sriman Sriwacana tersebut saat ini bisa ditemukan di depan bekas Keraton Surosowan di Banten. Masyarakat Banten menyebutnya Watu Gilang, yang berarti mengkilap atau berseri, sama artinya dengan kata Sriman.
Pada saat itu diperkirakan terdapat sejumlah punggawa istana yang meninggalkan istana lalu menetap di daerah Lebak. Mereka menerapkan tata cara kehidupan mandala yang ketat, dan sekarang mereka dikenal sebagai orang Baduy.

Wednesday, 22 May 2013

Kerajaan-Kerajaan Di Indonesia III

Setelah kita menyimak beberapa kerajaan dalam edisi Kerajaan-kerajaan di Indonesia I dan II, selanjutnya kita akan menyimak beberapa kerajaan lainnya di edisi kerajaan-kerajaan di Indonesia ke III, dan berikut ini sekilas uraiannya:

A. KERAJAAN SAMUDRA PASAI
Samudra Pasai adalah sebuah kerajaan Islam Nusantara yang pertama, terletak di Aceh Utara (sekarang daerah di sekitar Lhoksemawe) yang berdiri pada abad ke 13. Raja-rajanya adalah:
1. Sultan Malik al Saleh, tahun 635 Hijriah atau 1297 Masehi.
2. Sultan Muhammad yang bergelar Sultan Malik al Tahir.

B. KERAJAAN DEMAK
1. Masa Raden Patah (sekitar tahun 1500-1518).
Pada awal tahun 1500 seorang Bupati Demak yang memeluk agama Islam, yaitu Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, dibantu para ulama, Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak. Selanjutnya Demak berkembang menjadi pusat pengembangan agama Islam. Tahun 1511 hubungan Demak dengan Malaka terputus karena Malaka dikuasai oleh Portugis. Tahun 1513 armada Demak di bawah pimpinan Pati Unus menyerang Malaka namun gagal.
2. Masa Pati Unus (1518-1521)
Pati Unus terkenal dengan sebutan Pangeran Sabrang Lor, ia hanya tiga tahun menjadi seorang Raja.
3. Masa Sultan Trenggono (1521-1546)
Sultan Trenggono adalah menantu Pati Unus, pada tahun 1522 mempercayai seorang Ulama dari Pasai (Faletehan) untuk memìmpin armada Demak merebut Banten, Sunda Kelapa dan Cirebon dari Pajajaran.
Tahun 1546 Sultan Trenggono gugur dalam usahanya menaklukkan Pasuruan. Setelah itu timbul perebutan kekuasaan antara Sunan Prawata (putra Sulung Sultan Trenggono) dengan Pangeran Sekar (adik Sultan Trenggono). Sunan Prawata naik tahta setelah membunuh Pangeran Sekar, tak lama kemudian Sunan Prawata dibunuh oleh Arya Penangsang anak Pangeran Sekar.

C. KERAJAAN PAJANG
Jaka tingkir (menantu Sultan Trenggono) berhasil membinasakan Arya Penangsang atas bantuan Kyai Ageng Pemanahan, Jaka Tingkir naik tahta bergelar Adiwijaya dan memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang.
Kerajaan Pajang tidak lama berdiri, setelah Sultan Adiwijaya wafat terjadi perebutan kekuasaan. Arya Pangirì (anak Sunan Prawata) mencoba merebut, dìgagalkan oleh Pangeran Benawa (anak Sultan Adiwijaya) dibantu Sutawijaya (anak Kyai Ageng Pemanahan). Pangeran Benawa merasa tidak sanggup menggantikan ayahandanya, maka menyerahkan kekuasaan kepada Sutawijaya yang kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke Mataram.

D. KERAJAAN MATARAM ISLAM
Sutawìjaya lebih dikenal dengan nama Panembahan Senopati, yang kemudian wafat pada tahun pada tahun 1601.

E. KERAJAAN BANTEN
Setelah Faletehan merebut Banten, Sunda Kelapa dan Cirebon, maka dialah yang menguasainya. Karena di Demak timbul perebutan kekuasaan maka pada tahun 1522 Faletehan menyerahkan Banten kepada putranya Hasanuddin sebagai raja Banten yang pertama dan Faletehan memusatkan perhatiannya pada agama Islam di Gunung Jati, Cirebon.
Raja-raja Banten lainnya adalah Pangeran Yusuf (1570), kemudian Maulana Muhammad (baru 9 tahun), pada tahun 1596 gugur dalam usahanya menyerang Palembang. Dan berikutnya adalah Abdulmufakir (baru usia 5 tahun), pemerintahan dikendalikan oleh Mangkubumì Jayanegara.

F. KERAJAAN ACEH
Pada awal abad ke 16 masih merupakan kerajaan kecil, di bawah kekuasaan kerajaan Pedir.
Raja-rajanya adalah:
1. Sultan Ibrahim, Aceh melepaskan diri dari kerajaan Pedir. Aceh semakin maju karena Malaka dikuasai Portugis. Sehingga pedagang Islam dari Arab dan Gujarat mengalihkan perdaganganya ke Aceh.
2. Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Pada pemerintahannya Aceh mencapai puncak kejayaanya.

G. KERAJAAN TERNATE
Berdiri sekitar abad ke 13. Pada abad ke 14 ternate menjadi kerajaan Islam. Masa pemerintahan Sultan Baabullah Ternate mencapai puncak kejayaan. Tahun 1575 Sultan Baabullah mengusir Portugis dari Maluku. Baabullah bergelar yang dipertuan di 72 pulau, meluaskan wilayahnya sampai ke Filipina.

H. KERAJAAN TIDORE
Merupakan kerajaan Islam di Maluku, sempat diadu domba oleh Portugis dan Spanyol untuk berselisih dengan Ternate, tetapi berbalik kembali bahkan bersama Ternate mengusir Portugis dari Maluku. Rajanya yang terkenal adalah Sultan Nuku, yang gigih berjuang mengusir Belanda. Wilayahnya meliputi Halmahera, Seram, Kai, sampai Papua.

I. KERAJAAN MAKASSAR
Pada abad ke 16 di Sulawesi Selatan terdapat dua kerajaan, yaitu Goa dan Tallo. Kedua kerajaan itu bersatu dengan nama Goa-Tallo atau Makassar dengan ibukota Sombaopu, sebagai Kerajaan Islam pertama di Sulawesi.
Raja-rajanya adalah Raja Goa Daeng Manriba dengan gelar Sultan Alaudin. Dan Mangkubuninya adalah raja Tallo Karaeng Matoaya bergelar Sultan Abdullah. Puncak kejayaanya saat diperintah oleh Sultan Hasanuddin.
J. KERAJAAN BANJAR
Dengan bantuan kerajaan Demak, pada abad ke 16 Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan menaklukkan Daha, sebuah kerajaan di pedalaman Kalimantan. Banjar adalah Kerajaan Islam, rajanya Raden Samudra yang telah masuk Islam berganti nama Sultan Suryanullah.

Friday, 10 May 2013

Kerajaan-Kerajaan Di Indonesia II Edisi Singasari Dan Majapahit

A. KERAJAAN SINGASARI
Riwayat dan pemerintahan Ken Arok serta raja-raja Singasari terdapat dalam buku Pararaton dan Negarakertagama.
Raja-raja yang memerintahnya adalah:
1. Ken Arok
Ia menjadi raja Singasari setelah membunuh Tumapel Tunggul Ametung dan menaklukkan Kerajaan Kediri pada tahun 1222 di Ganter. ken Arok adalah pendiri dan raja pertama di Singasari yang bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi, kemudian keturunannya terkenal dengan sebutan Wangsa Rajasa.
2. Anusapati (anak dari Tunggul Ametung- Ken Dedes)
Anusapati menjadi raja setelah membunuh Ken Arok yang merupakan ayah tirinya dengan menyuruh seorang pengalasan atau budak.
3. Tohjaya (anak dari Ken Arok- Ken Umang)
Tohjaya menjadi raja setelah membunuh Anusapati. Pada tahun 1248 timbul pemberontakan yang dilancarkan oleh Ranggawuni anaknya Anusapati dan Mahisa Campaka anaknya Mahisa Wongateleng atau cucu dari Ken Arok dan Ken Dedes.
4. Ranggawuni
Ia bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana memerintah Singasari bersama dengan Mahisa Campaka sebagai Ratu Anggabaya, yaitu pejabat tinggi yang bertugas menanggulangi bahaya yang mengancam kerajaan, gelarnya adalah Narasinghamurti.
5. Kertanegara
Ia bergelar Srimaharajadhiraja Sri Kartanegara (1269-1292), merupakan raja Singasari yang terbesar. Pada tahun 1275 ia mengirim ekspidisi Pamalayu. Daerah-daerah yang ditaklukkannya antara lain Bali, Pahang, Sunda, Bakulapura (Kalimantan Barat Daya) dan Gurun (Maluku) serta mengadakan hubungan persahabatan dengan Jaya Singawarman, Raja Campa. Namun pada tahun 1292 Kertanegara ditaklukkan oleh Jaya Katwang dari Kerajaan Kediri.

B. KERAJAAN MAJAPAHIT
a. Kertarajasa Jayawardhana (1292-1309)
Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya anak dari Lembu Tal atau cucu Mahisa Campaka. Pada tahun 1292 setelah memperdayai bala tentara Kubilai Khan dari Cina yang bermaksud menghukum Raja Jawa yang telah menghina utusannya yaitu Meng ki pada masa pemerintahan Kertanegara di Singasari.
Karena Kertanegara telah dihancurkan oleh Jaya Katwang dari Kediri, maka bala tentara Kubilai Khan menghancurkan Kediri, yang selanjutnya atas siasat Raden Wijaya yang dibantu oleh Arya Wiraraja, bala tentara Cina dapat dihancurkan oleh Raden Wijaya. Akhirnya Raden Wijaya menjadi Raja Majapahit pertama dengan gelar Kertarejasa Jayawardhana.
Raden Wijaya memperistri 4 orang putri Kertanegara yaitu:
1. Tribuana, sebagai permaisuri.
2. Gayatri, yang kemudian menurunkan raja-raja Majapahit.
3. Narendraduhita.
4. Prajnaparamita
Pada tahun 1309 Raja Kertarajasa wafat, meninggalkan tiga orang putera yaitu:
1. Jayanegara, dari Permaisuri.
2. Sri Gitarya, dari Gayatri yang kemudian menjadi Bhre Kahuripan.
3. Dyah Wiyat, dari Gayatri yang kemudian menjadi Dhre Daha.

b. Sri Jayanegara 1309- 1329
Jayanegara menggantikan ayahandanya dengan gelar Sri Jaya-negara. Pada masa pemerintahannya timbul pemberontakan yaitu, pemberontakan Ranggalawe dari Tuban, pemberontakan Sora pada tahun 1311, pemberontakan Nambi pada tahun 1316 dan pemberontakan Kuti pada tahun 1319.
Ibukota Majapahit berhasil diduduki dan raja Jayanegara mengungsi ke Desa Bedander dikawal oleh 15 orang pengawal setia (pasukan Bhayangkari) di bawah pimpinan Gajah Mada. Atas usaha Gajah Mada ibukota dapat direbut lagi dan Jayanegara kembali bertakhta. Atas jasanya Gajah Mada diangkat menjadi Patih Kahuripan dan kemudian Kediri.
Dalam pemerintahannya Raja Jayanegara menggunakan Lambang Minadwaya (dua ekor ikan).

c. Tribhuwana Tunggadewi 1328-1350
Pada saat wafatnya, Jayanegara tidak meninggalkan putra, maka Gayatri atau Rajapatni berhak menjadi raja. Karena Gayatri telah menjadi bhiksuni (pendeta agama Buddha), maka diwakilkan kepada Sri Gitarya, Bhre Kahuripan yang bergelar Tribuana Tunggadewi Jayawisnuwardhana.
Pada saat pemerintahan Tribuwana ini timbul pemberontakan Sadeng, yang dapat dipadamkan oleh Gajah Mada, karena Jasanya itu pada tahun 1331 Gajah Mada pun diangkat menjadi perdana menteri yang pada saat pelantikannya mengucapkan Sumpah Palapa.
Pada tahun 1350 Gayatri atau Rajapatni wafat, Tribuwana yang mewakilinya menyerahkan kekuasaanya pada anaknya yang bernama Hayam Wuruk.

d. Rajasanegara 1350-1389.
Hayam Wuruk naik tahta pada usia 16 tahun, bergelar Rajasa-negara, merupakan Raja terbesar dalam sejarah Majapahit dengan Gajah Mada sebagai Mahapatìh. Kekuasaannya meliputi seluruh Kepulauan Nusantara, bahkan masih ditambah dengan Tumasik (Singapura) dan Semenanjung Melayu.
Karya sastra pada jaman pemerintahan Hayam Wuruk adalah Negarakertagama karya Mpu Prapanca dan Sutasoma atau Parusadashanta serta Arjunawijaya karya Mpu Tantular.
Pada tahun 1364 Gajah Mada wafat, kedudukanya diganti oleh 4 orang menteri. Dan pada tahun 1389 Hayam Wuruk pun wafat.

e. Wikramawardhana 1389-1429.
Hayam Wuruk dengan permaisurinya hanya mempunyai seorang putri yaitu Kusumawardhani, yang selanjutnya memerintah bersama suaminya Wikramawardhana. Banyak gejolak di era ini, dari perang saudara, daerah2 yg lepas, dan berakhir dengan raja terakhirnya Kertabumi.

Tuesday, 30 April 2013

Kerajaan-kerajaan Di Indonesia

Sejarah Indonesia tak bisa dilepaskan dari eksistensi kerajaan-kerajaannya dari sejak dulu kala, banyak kerajaan yang timbul tenggelam dibumi Indonesia, disini saya hanya memaparkan secara singkat profil dan sejarah kerajaan-kerajaan tersebut.

KERAJAAN KUTAI
Kerajaan kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia, kerajaan ini didirikan pada tahun 400 M, ditepi sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Raja-raja yang pernah memerintah:
1. Kudungga (sebagai Raja Pertama)
2. Aswamarwan
3. Mulawarman.

KERAJAAN TARUMANEGARA
Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu, didirikan pada tahun 450 M, di Jawa Barat. Raja yang memerintahnya adalah Purnawarman.

KERAJAAN KELING
Kerajaan Keling didirikan pada tahun 674 di Jepara, Jawa Tengah. Raja yang memerintahnya adalah Ratu Sima. Di jaman kerajaan ini ada seorang pendeta yang terkenal yaitu Jhanabhadra.

KERAJAAN SRIWIJAYA
Kerajaan Sriwijaya didirikan pada abad ke 7 di Sumatera, kerajaan ini merupakan kerajaan Buddha. Raja-raja yang pernah memerintah adalah
1. Sri Jayanaga
2. Balaputradewa
3. Sri Sangrawijayatunggawarman.
Di jaman kerajaan ini ada guru agama ternama yaitu Sakyakirti.
Sebab-sebab keruntuhan Kerajaan Sriwijaya antara lain karena serangan Raja Colamandala dari India dan serangan Raja Kertanegara dari Singosari.

5. KERAJAAN MATARAM HINDU
Kerajaan Mataram Hindu berdiri di Jawa Tengah dengan ibukota Medang Kamulan. Raja-raja yang pernah memerintahnya adalah:
1. Sanna
2. Sanjaya, yang bergelar Rakai Mataram Ratu Sanjaya
3. Rakai Panangkaran, yang bergelar Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Rakai Panangkarana.
Usai pemerintahan Rakai Panangkaran, Mataram terpecah menjadi dua, sebagian memeluk agama Buddha, dan sebagian lainnya memeluk agama Hindu. Syailendra Buddha berkuasa di Jawa Tengah Selatan, Syailendra Hindu berkuasa dì sekitar Pegunungan Dieng..

KERAJAAN WANGSA ISYANA
Kerajaan didirikan oleh Mpu sendok yang melakukan pemindahan pusat pemerintahan Syailendra dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada tahun 929.
Raja-raja yaog memerintah
1. Mpu Sendok, bergelar Maharaja Rake Hino Sri Isyana Wikrama-dharmatunggadewa.
2. Sri Isyanatunggawijaya.
3. Makutawangsawardhana
4. Dharmawangsa, bergelar Sri Dharmawangsa Teguh Anantawikra-matunggadewa.
5. Airlangga, bergelar Sri Maharaja Rake Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa.

KERAJAAN KEDIRI
Kerajaan kediri yang dipimpin oleh Raja Srì Samarawijaya terlibat perang dalam perebutan kekuasaan dengan kerajaan Jenggala yang diperintah oleh Raja Mapanji Garasakan sampai tahun 1502, selanjutnya selama kurang lebìh setengah abad kedua kerajaan tersebut tidak disebut-sebut lagi dalam sejarah.
Namun pada tahun 1117 Kerajaan Kediri muncul kembali dengan raja-rajanya:
1. Sri Maharaja Rakai Sirikan Sri Kameswara.
2. Jayabaya, bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabaya.
Pada masa itu, kitab Bharata Yudaha digubah oleh Mpu Sedah dan dilanjutkan oleh Mpu Panuluh, ini dikarenakan Mpu Sedah meninggal sebelum kitabnya selesai. Mpu Panuluh juga menulis buku Hariwangsa dan Gatutkacasraya.
3. Sri Aryeswara.
4. Kameswara, bergelar Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikrama-warata.
Di masa ini ada beberapa pujangga yang terkenal yaitu:
1. Mpu Tanakung, karyanya Werasancaya dan Lubdaka.
2. Mpu Darmaja, karyanya Smaradhahana.
Kerajaan Kediri akhirnya runtuh pada tahun 1222, karena ditakkukkan oleh Ken Arok.

KERAJAAN BALI
A. Raja-raja Wangsa Warmadewa.
Salah satu wangsa terkenal yang memerintah di Bali adalah Wangsa Warmadewa.
Raja yang terkenal ialah:
1. Sri Candrabhayasingka Warmadewa.
2. Udayana, bergelar Dharmodayana Warmadewa
Udayana mempunyai tiga orang putra, yang pertama adalah Airlangga, yang menjadi menantu Raja Dharmawangsa, dan kemudian menjadi raja Kahuripan (Kerajaan Wangsa Isyana). Anak kedua bernama Marataka, yang menggantika Udayana, namun namanya tidak terkenal. Dan Anak ketiga bernama Anak Wungsu, yang menggantikan tahta Marataka pada tahun 1049. Dari pemerintahan Anak Wungsu Ini terdapat peninggalan 28 buah prasasti singkat, yang antara lain ditemukan di Goa Gajah, Gunung Kawi (Tampak Siring), Gunung Panulisan, dan Sangit.

B. Raja-Raja Lain Di Bali.
Setelah pemerintahan wangsa Warmadewa, Pulau Bali diperintah oleh raja-raja lain yang berganti-ganti, yang terkenal diantaranya adalah:
1. Jayasakti, mempunyai kitab Undang-undang yaitu Uttara Widhi Balawan dan Rajawacana (1133-1150).
2. Jayapangus, menggunakan kitab Undang-undang Manawa-sasanadharma (1117-1181).
Tahun 1284 Kerajaan Bali ditaklukkan oleh Kertanegara dari Singasari.

Sampai disini dulu, karena postingan akan dilanjutkan kembali pada judul Kerajaan-kerajaan di Indonesia bagian kedua yang akan mengupas secara singkat beberapa kerajaan seperti Kerajaan Singasari, Majapahit dan lain-lain.