Friday, 26 April 2013

Museum Geologi Bandung

Salah satu tempat wisata sejarah yang terkenal di Kota Bandung adalah Museum Geologi Bandung, banyak hal menarik saat mengunjungi museum tersebut, dan yang terpenting adalah bisa menambah wawasan kita tentang sejarah.

Bicara soal sejarah, perlu juga dong kita mengetahui tentang sejarah museum geologi Bandung tersebut, berikut ini uraian sìngkat tentang museum geologi Bandung.

Museum Geologi Bandung dirancang oleh seorang arsitek yang berasal dari negeri Belanda, ia bernama Van Schouwenburg dengan biaya sebesar empat ratus ribu gulden. Kemudian Museum ini diresmikan pada tanggal 16 Mei 1929. Museum ini awalnya hanya digunakan sebagai laboratorium dan tempat penyimpanan hasil penyelidikan geologi dan pertambangan, selanjutnya berkembang menjadi sarana pendidikan, penyedia informasi ilmu kebumian dan tempat wisata.

Pada awal perang kemerdekaan, sejumlah arsip penelitian geologi di Indonesia pernah sangat dicari-cari oleh NICA, tapi untungnya semua arsip tersebut berhasil diungsikan ke Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Tak hanya arsip, fosil tengkorak manusia purba pun berhasil diselamatkan oleh seorang pegawai museum dan sempat dibawa ke luar negeri oleh seorang peneliti yang bernama Prof. Dr. GHR. Von Koeningswald, namun akhirnya kembali dan disimpan di Universitas Gajah Mada (UGM).

Di museum ini kini banyak terdapat jenis batu-batuan, fosil binatang purba, fosil bìnatang laut bersel satu, diorama, peta geologis, peralatan tambang, pengeboran minyak, alat proses penyulingan minyak, hasil penelitian geologi, vulkanologi dan arsip ilmiah.
Kesimpulannya dengan mengunjung museum tersebut bukan hanya kepuasan yang kita peroleh, tapi wawasan kita pun akan bertambah.