Kerajaan-Kerajaan Di Indonesia III

Setelah kita menyimak beberapa kerajaan dalam edisi Kerajaan-kerajaan di Indonesia I dan II, selanjutnya kita akan menyimak beberapa kerajaan lainnya di edisi kerajaan-kerajaan di Indonesia ke III, dan berikut ini sekilas uraiannya:

A. KERAJAAN SAMUDRA PASAI
Samudra Pasai adalah sebuah kerajaan Islam Nusantara yang pertama, terletak di Aceh Utara (sekarang daerah di sekitar Lhoksemawe) yang berdiri pada abad ke 13. Raja-rajanya adalah:
1. Sultan Malik al Saleh, tahun 635 Hijriah atau 1297 Masehi.
2. Sultan Muhammad yang bergelar Sultan Malik al Tahir.

B. KERAJAAN DEMAK
1. Masa Raden Patah (sekitar tahun 1500-1518).
Pada awal tahun 1500 seorang Bupati Demak yang memeluk agama Islam, yaitu Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, dibantu para ulama, Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak. Selanjutnya Demak berkembang menjadi pusat pengembangan agama Islam. Tahun 1511 hubungan Demak dengan Malaka terputus karena Malaka dikuasai oleh Portugis. Tahun 1513 armada Demak di bawah pimpinan Pati Unus menyerang Malaka namun gagal.
2. Masa Pati Unus (1518-1521)
Pati Unus terkenal dengan sebutan Pangeran Sabrang Lor, ia hanya tiga tahun menjadi seorang Raja.
3. Masa Sultan Trenggono (1521-1546)
Sultan Trenggono adalah menantu Pati Unus, pada tahun 1522 mempercayai seorang Ulama dari Pasai (Faletehan) untuk memìmpin armada Demak merebut Banten, Sunda Kelapa dan Cirebon dari Pajajaran.
Tahun 1546 Sultan Trenggono gugur dalam usahanya menaklukkan Pasuruan. Setelah itu timbul perebutan kekuasaan antara Sunan Prawata (putra Sulung Sultan Trenggono) dengan Pangeran Sekar (adik Sultan Trenggono). Sunan Prawata naik tahta setelah membunuh Pangeran Sekar, tak lama kemudian Sunan Prawata dibunuh oleh Arya Penangsang anak Pangeran Sekar.

C. KERAJAAN PAJANG
Jaka tingkir (menantu Sultan Trenggono) berhasil membinasakan Arya Penangsang atas bantuan Kyai Ageng Pemanahan, Jaka Tingkir naik tahta bergelar Adiwijaya dan memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang.
Kerajaan Pajang tidak lama berdiri, setelah Sultan Adiwijaya wafat terjadi perebutan kekuasaan. Arya Pangirì (anak Sunan Prawata) mencoba merebut, dìgagalkan oleh Pangeran Benawa (anak Sultan Adiwijaya) dibantu Sutawijaya (anak Kyai Ageng Pemanahan). Pangeran Benawa merasa tidak sanggup menggantikan ayahandanya, maka menyerahkan kekuasaan kepada Sutawijaya yang kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke Mataram.

D. KERAJAAN MATARAM ISLAM
Sutawìjaya lebih dikenal dengan nama Panembahan Senopati, yang kemudian wafat pada tahun pada tahun 1601.

E. KERAJAAN BANTEN
Setelah Faletehan merebut Banten, Sunda Kelapa dan Cirebon, maka dialah yang menguasainya. Karena di Demak timbul perebutan kekuasaan maka pada tahun 1522 Faletehan menyerahkan Banten kepada putranya Hasanuddin sebagai raja Banten yang pertama dan Faletehan memusatkan perhatiannya pada agama Islam di Gunung Jati, Cirebon.
Raja-raja Banten lainnya adalah Pangeran Yusuf (1570), kemudian Maulana Muhammad (baru 9 tahun), pada tahun 1596 gugur dalam usahanya menyerang Palembang. Dan berikutnya adalah Abdulmufakir (baru usia 5 tahun), pemerintahan dikendalikan oleh Mangkubumì Jayanegara.

F. KERAJAAN ACEH
Pada awal abad ke 16 masih merupakan kerajaan kecil, di bawah kekuasaan kerajaan Pedir.
Raja-rajanya adalah:
1. Sultan Ibrahim, Aceh melepaskan diri dari kerajaan Pedir. Aceh semakin maju karena Malaka dikuasai Portugis. Sehingga pedagang Islam dari Arab dan Gujarat mengalihkan perdaganganya ke Aceh.
2. Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Pada pemerintahannya Aceh mencapai puncak kejayaanya.

G. KERAJAAN TERNATE
Berdiri sekitar abad ke 13. Pada abad ke 14 ternate menjadi kerajaan Islam. Masa pemerintahan Sultan Baabullah Ternate mencapai puncak kejayaan. Tahun 1575 Sultan Baabullah mengusir Portugis dari Maluku. Baabullah bergelar yang dipertuan di 72 pulau, meluaskan wilayahnya sampai ke Filipina.

H. KERAJAAN TIDORE
Merupakan kerajaan Islam di Maluku, sempat diadu domba oleh Portugis dan Spanyol untuk berselisih dengan Ternate, tetapi berbalik kembali bahkan bersama Ternate mengusir Portugis dari Maluku. Rajanya yang terkenal adalah Sultan Nuku, yang gigih berjuang mengusir Belanda. Wilayahnya meliputi Halmahera, Seram, Kai, sampai Papua.

I. KERAJAAN MAKASSAR
Pada abad ke 16 di Sulawesi Selatan terdapat dua kerajaan, yaitu Goa dan Tallo. Kedua kerajaan itu bersatu dengan nama Goa-Tallo atau Makassar dengan ibukota Sombaopu, sebagai Kerajaan Islam pertama di Sulawesi.
Raja-rajanya adalah Raja Goa Daeng Manriba dengan gelar Sultan Alaudin. Dan Mangkubuninya adalah raja Tallo Karaeng Matoaya bergelar Sultan Abdullah. Puncak kejayaanya saat diperintah oleh Sultan Hasanuddin.
J. KERAJAAN BANJAR
Dengan bantuan kerajaan Demak, pada abad ke 16 Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan menaklukkan Daha, sebuah kerajaan di pedalaman Kalimantan. Banjar adalah Kerajaan Islam, rajanya Raden Samudra yang telah masuk Islam berganti nama Sultan Suryanullah.