PERTAMINA

Pertamina berasal dari penggabungan dua perusahaan yaitu Permina dan Pertamin yang berdiri pada tanggal 10 Desember 1957, PT Pertamina (Persero) yang dulu bernama Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas ini adalah sebuah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Kegiatan usaha Pertamina dalam menyelenggarakan usaha di bidang energi dan petrokimia terbagi menjadi dua sektor yaitu sektor Hulu dan Sektor Hilir.
Kegiatan usaha Pertamina Hulu meliputi eksplorasi dan produksi minyak, gas dan panas bumi, pengusahaan di dalam negeri dikerjakan oleh Pertamina Hulu melalui kerja sama dengan mitra, sedangkan untuk luar negeri dilakukan melalui aliansi strategis bersama dengan mitra.
Berbeda dengan kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi, kegiatan eksplorasi dan produksi panas bumi masih dilakukan di dalam negeri. Pertamina Hulu juga mempunyai usaha dibidang pemboran minyak dan gas untuk mendukung kegiatan intinya.
Sebagai tindak lanjut dari UU Migas No. 22 tahun 2001, pada tanggal 13 September 2005 dibentuk PT. Pertamina EP yang merupakan anak perusahaan PT. Pertamina yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas untuk mengelola Wilayah Kuasa Pertambangan (WKP) Pertamina kecuali untuk blok Cepu dan Rindu Gunting. Kegiatan eksplorasi bertujuan untuk dapat menemukan cadangan migas baru sebagai pengganti hidrokarbon yang telah diproduksikan, upaya ini dìlakukan agar kesinambungan produksi migas dapat terus dipertahankan.
Ada 7 Daerah Operasi Hulu (DOH)yang tengah dieksplor oleh Pertamina, yaitu DOH Nangroe Aceh Darussalam (NAD) Sumatera Bagian Utara yang berpusat dì Rantau. DOH Sumatera Bagian Tengah berpusat di Jambì, DOH Sumatera Bagian Selatan berpusat di Prabumulih, DOH Jawa Bagian Barat berpusat di Cirebon, DOH Jawa Bagian Timur berpusat di Cepu, DOH Kalimantan berpusat di Balikpapan dan DOH Papua berpusat di Sorong.

Pengusahaan dibidang panas bumi dilakukan di tiga area panas bumi dengan total kapasitas terpasang 162 MW. Ketiga Area Panas Bumi tersebut adalah Area Sibayak (2 MW) di Sumatera Utara, Kamojang (140 MW) di Jawa Barat dan Lahendong (20 MW) di Sulawesi Utara.

Dalam perkembanganya Pertamina telah memiliki usaha yang prospektif di bidang jasa pemboran minyak dan gas melalui Pertamina Drilling Service (PDS) yang memiliki 26 Unit rig pemboran serta anak perusahaan PT. Usayana yang memiliki 7 unit rig pemboran. Dalam kegiatan transmisi gas, Pertamina memiliki jaringan pipa gas dengan panjang total 3800 km dan 64 stasiun kompresor.

Kegiatan usaha Pertamina Hilir melipvi pengolahan, pemasaran, niaga dan perkapalan serta distribusi produk Hilir baik di dalam maupun luar negeri yang berasal dari kilang Pertamina maupuo ìmpor yang didukung oleh sarana transportasi darat dan laut. Usaha hilir merupakan integrasi usaha pengolahan, usaha pemasaran, usaha niaga dan usaha perkapalan.

Pertamina mempunyai 7 unit kilang dengan kapasitas total 1.041,20 Ribu Barrel. Beberapa kilang minyak terintegrasi dengan Kilang Petrokimia dan memproduksi NBBM.
Ketujuh Kilang Minyak itu terdiri dari:
- Unit Pengolahan I di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara (ditutup pada Januari 2007).
- Unit Pengolahan II di Dumai, Riau.
- Unit Pengolahan III di Plaju-Sel Gerong, Palembang, Sumatera Selatan.
- Unit Pengolahan IV di Cilacap, Jawa Tengah.
- Unit Pengolahan V di Balikpapan, Kalimantan Timur.
- Unit Pengolahan VI di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.
- Unit Pengolahan VII di Sorong, Papua.

Selain Kilang minyak, Pertamina Hilir juga memiliki kilang LNG di Arun, Aceh dengan 6 train dan di Bontang, Kalimantan Timur dengan 8 train.
Kapasitar LNG Arun sebesar 12,5 juta ton Sedangkan LNG Badak 22,5 juta ton per tahun.
Beberapa kilang minyak tersebut juga menghasilkan LPG seperti di Pangkalan Brandan, Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan, Donggi, Senoro dan Mundu. Kìlang Cilacap adalah satu-satunya penghasil lube base oil dengan grade HVI-160 S dan HVI-650. Produksi lube base ini disalurkan ke Lube Oil Blending Plant (LOBP) untuk diproduksi menjadi produk pelumas dan kelebihannya diekspor.

Produk-Produk Pertamina
- Bahan Bakar Minyak:
1. Bio Pertamax, Pertamax
2. Pertamax Plus
3. Bio Premium, Premium
4. Solar, Bio Solar, Pertamina Dex
5. Kerosine.

- Non Minyak:
Minarex, HVI 90, HVI 160, Lube Base, Green Coke, Asphalt
- Gas :
Elpiji, BBG, Vigas, LPG, CNG, Musicool.
- Pelumas:
1. Fastron
2. Prima XP SAE 20W-50
3. Mesran Super SAE 20W-50
4. Mesrania 2T Super-X
5. 2T Enviro
6. Enduro 4T
7. Meditran
8. Rored


Kantor Pusat:
Jl. Medan Merdeka Timur 1A Jakarta 10110

Telp : (021) 3815111, 3816111
Fax : (021) 3633585, 3843882

Situs Web :
www.pertamina.com


Source: Wikipedia Indonesia