PT. Garuda Indonesia

Lahirnya Garuda Indonesia bermula dari Penerbangan pesawat RI-001 Seulawah dari Calcutta, India menuju Rangoon, Burma (Myanmar) pada tanggal 26 Januari 1949 sebagai penerbangan niaga. Untuk
mengabadikan dan mengenang misi komersial yang dilaksanakan oleh Seulawah tersebut, kemudian peristiwa itu diperingati sebagai hari lahirnya Garuda Indonesia, yang ketika
itu bernama Indonesian Airways, maskapai penerbangan komersial pertama yang mengudara membawa bendera Republik Indonesia.
Kini PT. Garuda Indonesia (persero) merupakan sebuah perusahaan milik negara Republik Indonesia (BUMN).
Garuda Indonesia saat ini tercatat sebagai perusahaan penerbangan terbesar ke tiga
puluh di dunia. Jumlah karyawan Garuda Indonesia saat ini mencapai 6.708 orang
(termasuk 4.680 karyawan tetap).
Kantor pusat PT. Garuda Indonesia berada di
Cengkareng, Jakarta. Kemudian
Perusahaan ini telah membuka hub-nya yang ketiga di Kota Makassar pada tahun 2011, melengkapi 2 hub yang sebelumnya dimiliki Perusahaan
yaitu di Jakarta dan Bali sebagai bentuk dukungan dalam rangka ekspansi bisnis perusahaan.

Pada tanggal 11 Februari 2011. Garuda memulai IPO sebagai langkah awal menuju
bursa saham, Pemerintah menyatakan bahwa harga saham Garuda adalah Rp.750
per saham dan mengurangi penawaran saham dari 9,362 milyar lembar ke 6,3 milyar lembar saham. Garuda Indonesia memutuskan mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia .
Pada 27 April 2012, CT Corp melalui PT Trans Airways membeli 10.9% saham Garuda
Indonesia di harga Rp620 per lembar dengan total sebesar Rp 1,53 triliun. Harga ini lebih
rendah dari harga terendah yaitu Rp395 per lembar, tapi masih dibawah harga IPO sebesar
Rp750 per lembar.

Pada tahun 2009 Garuda mulai
berusaha mensejajarkan diri dengan maskapai-maskapai internasional kelas dunia
seperti Singapore Airlines, Air France dan KLM dengan memperkenalkan sistem hiburan AVOD terbaru ( Audio Video on
Demand ) dengan televisi di setiap kursi, terutama dalam armada jarak jauh. Garuda
juga memperkenalkan kursi kelas bisnis yang dapat diubah menjadi tempat tidur pada
penerbangan jarak jauh.
Kelas utama tersedia pada pesawat B777-300ER , tersedia 8 kursi kelas utama dengan konfigurasi 1-2-1. Kabin kelas
utama akan dilengkapi dengan 23" AVOD dan kursi yang dapat disandarkan hingga 180 derajat menjadi flat-bed.
Pesawat A330 (seri -200 dan -300) memiliki produk kelas eksekutif baru dengan Flat-Bed
seats yang memiliki ruang kaki 74" dan dapat disandarkan hingga 180 derajat. Kursi ini
memiliki sandaran tangan 11 inci,layar sentuh LCD dengan AVOD di setiap kursi, colokan
laptop pribadi, dan lampu baca pribadi. Pesawat Boeing 747-400 dan Boeing 737
masih menggunakan kursi eksekutif lama. Boeing 747–400 memiliki ruang kaki 46"-48"
dengan panjang kursi 16". Sementara di Boeing 737 , termasuk seri -300, -400, -500,
dan seri -800 yang terbaru memiliki ruang kaki 41" to 44" dengan panjang 19". Di beberapa pesawat, tersedia TV di setiap kursi. Untuk Kelas Ekonomi
Tersedia di semua pesawat ruang kaki terdiri dari 30 hingga 35 tergantung jenis pesawat,
dengan panjang kursi 17. Pesawat Airbus A330-200, Airbus A330-300 aircraft dan
Boeing 737-800 terbaru memiliki kursi kelas ekonomi yang lebih baru yang menawarkan layar sentuh LCD 9-inci dengan
AVOD. Makanan dan minuman ditawarkan tergantung lamanya penerbangan.

Berikut ini adalah nomor-nomor penerbangan maskapai Garuda Indonesia :

GA 001 = Penerbangan kepresidenan
(Penerbangan kepresidenan jarak jauh dilaksanakan dengan pesawat Airbus A330-300 , sementara untuk jarak dekat
digunakan Boeing 737-800 . Pada era Soeharto, penerbangan kepresidenan dilaksanakan dengan pesawat McDonnell
Douglas DC-10 )
GA 010-079 = Citilink, Citilink sekarang menggunakan kode QG setelah mendapat AOC dari Kementerian Perhubungan
GA 086-089 = Eropa
GA 100-199 = Indonesia (Sumatera)
GA 200-299 = Indonesia (Jawa Tengah dan Malang)
GA 300-399 = Indonesia (Surabaya)
GA 400-499 = Indonesia (Nusa Tenggara)
GA 500-599 = Indonesia (Kalimantan)
GA 600-699 = Indonesia (Sulawesi,Maluku,Papua)
GA 700-799 = Australia
GA 800-899 = Asia (Kecuali Indonesia dan Timur Tengah)
GA 900-999 = Timur Tengah.

Pada bulan Juli 2012, Garuda Indonesia menandatangani perjanjian sponsorship selama tiga tahun dengan klub Liga Inggris Liverpool FC. Persetujuan tersebut memberi Garuda hak sebagai Official Partner Liverpool
Football Club (Mitra Resmi Liverpool FC) dan Official Global Airline Partner of Liverpool
Football Club (Mitra Maskapai Penerbangan Global Resmi Liverpool FC). Tambahannya,
selama musim kompetisi 2012-2013, setiap pertandingan kandang Liverpool di Anfield,
akan diputar video iklan Garuda berdurasi 6 menit. Kerjasama dengan Liverpool ini akan
memberikan Garuda Indonesia media exposure untuk meningkatkan brand awareness di pasar internasional secara lebih efektif dengan manfaat yang lebih maksimal, mengingat
brand Garuda Indonesia akan mendapatkan frekuensi penayangan yang lebih tinggi
dengan durasi tayang lebih lama.